Posted on

Paper Towns 2015

PG-13Genre: Drama, Mystery, Romance
Quality: Year: Duration: 109 MinView: 315 views
1620 votes, average 6.1 out of 10

[useyourdrive dir=”0BwSqD1xnLZHhNzZCLS1vQmxRajA” mode=”video” viewrole=”administrator|editor|author|contributor|subscriber|guest” mediaextensions=”mp4|m4v|ogg|ogv|webmv”]

Margo memiliki kekasih bernama Jase, yang diketahui telah berselingkuh darinya dengan sahabat baik Margo bernama Becca. Margo sakithari, lalu pada sebuah malam ia menyelinap ke kamar Quentin dan meminta bantuan padanya. Margo ingin membalas dendam pada Jase yang telah menyakiti hatinya.

Setelah rencana balas dendam berlangsung sukses Margo mengajak Quentin ke atap sebuah gedung bernama Suntrust Center. Keduanya menikmati panorama kota Orlando yang menjadi pemukiman mereka. Margo menyampaikan hal yang sulit dimengerti oleh Quentin. Margo menyebut bahwa apa yang mereka lihat hanyalah sebuah ‘Paper Town’ dan semua orang-orang di dalamnya adalah oarang-orang kertas. Maksud Margo yaitu tentang banyaknya kepalsuan yang dilakukan orang-orang dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Setelah sebuah malam yang mengejutkan, tiba-tiba keesokan harinya Margo menghilang. Sudah lebih dari tiga hari Margo tak pernah masuk sekolah, dan Quentin pun mencari-carinya. Hingga kepolisian pun menanyakan hal kepada Quentin karena ia menjadi orang terakhir yang ditemui Margo sebelum menghilang. Orang tua Margo tak mencari kemana Margo menghilang, karena mereka yakin bahwa Margo kali ini pasti melarikan diri lagi. Ini bukan kali pertama Margo menghilang.

Quentin merasa kehilangan atas kepergian Margo. Namun ia menemukan sebuah petunjuk dari jendela kamar Margo, dan yakin bahwa ini adalah pesan dari Margo tentang kepergiannya. Quentin pun menelusuri clue-clue yang di tinggalkan Margo, dan bersama rekan-rekannya ia pun akhirnya berpertualang mencari keberadaan Margo.

Diangkat dari novel best seller karya John Green setelah ‘The Fault in Our Stars’, Paper Town tampaknya  menjadi garapan drama young-adult yang sukses di tahun ini. Paper Towns adalah sebuah film yang akan membawa kita kembali ke masa akhir remaja, dengan kisah persahabatan dan percintaan. Segala sesuatu yang misterius menjadi hal yang menyenangkan dan membuat kita penasaran. Walau terkadang semua menjadi begitu liar, tapi banyak hal yang akhirnya mengajarkan kita menjadi lebih baik.

Ide cerita dari Paper Town memang menawarkan sesuatu yang lebih fresh jika dibandingkan film novel dari Green sebelumnya. Berbeda dengan ‘The Fault in Our Stars’ yang seolah mengajak penonton bersedih, petualangan Q mencari Margo hingga menuju Paper Town membuat penonton merasa ikut dalam perjalanan seru yang menyenangkan. Penggarapan film yang tak banyak terekspos ini juga sepertinya lebih berhasil membawa emosi penonton saat menyaksikan film dan tak larut dalam kebosanan.

Paper Town tak hanya menyuguhkan drama percintaan remaja, tapi juga tentang persahabatan. Seolah membuat kita menyadari bahwa ego di masa remaja memang telah bertindak banyak dalam kita membuat keputusan. Quentin, Marcus dan Ben adalah sebuah gambaran remaja yang selalu ingin mencoba hal-hal yang baru disekitar mereka. Tak sedikit hal-hal yang lucu dan menarik jadi cerita dalam kisah pertemanan mereka.

Yang cukup seru adalah saat Quentin dan rekan-rekannya mencoba memecahkan clue yang ditinggalkan Margo yang tiba-tiba menghilang. Tak begitu rumit tapi cukup membuat kita ikut menduga-duga apa isi pesan yang ditinggalkan oleh Margo. Dan grup persahabatan kecil ini pun berubah menjadi sebuah grup detektif demi mencari keberadaan Margo.

Para aktor yang dipilih sepertinya sudah sangat sesuai untuk memerankan setiap karakter dalam film ini. Remaja-remaja polos diperankan oleh para aktor yang usianya sesuai, Nat Wolffs, Austin Abrams dan Justice Smith tak perlu susah-susah menjiwai semua karakter yang mereka mainkan. Semuanya terasa begitu natural. Sedangkan Margo yang diperankan oleh Cara Delevigne, walau menjadi karakter yang dominan dalam cerita, sebenarnya tidak tampil banyak dalam adegan. Hanya di bagian awal dan akhir cerita.

 

 

Tagline: Get Lost. Get Found.
Cast: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,
Director:
Country:
Release:
Language: English
Budget: $ 12.000.000,00
Revenue: $ 85.512.300,00